Kondisi Wilayah dan Penduduk

A. Letak Geografi

Propinsi Sulawesi Utara terletak di jazirah utara Pulau Sulawesi dan merupakan salah satu dari tiga propinsi di Indonesia yang terletak di sebelah utara garis khatulistiwa. Dua propinsi lainnya adalah Propinsi Sumatera Utara dan Propinsi Daerah Istimewa Aceh. Dilihat dari letak geografisnya  Sulawesi Utara terletak pada 0.300-4.300 Lintang Utara (LU) dan 1210-1270 Bujur Timur (BT).

Kedudukan jazirah membujur dari timur ke barat dengan daerah paling utara adalah Kepulauan Sangihe dan Talaud, dimana wilayah kepulauan ini berbatasan langsung dengan negara tetangga Filipina. Wilayah Propinsi Sulawesi Utara mempunyai batas-batas:

  • Sebelah Utara: Laut Sulawesi, Samudera Pasifik dan Filipina
  • Sebelah Timur: Laut Maluku
  • Sebelah Selatan: Teluk Tomini
  • Sebelah Barat: Provinsi Gorontalo

B. Luas Wilayah

Provinsi Sulawesi Utara meliputi area seluas 15.272,44 km2, terbagi menjadi 15 Kabupaten /Kota dengan rincian sebagai berikut:

C. Populasi penduduk

Adapun  populasi penduduk Sulawesi Utara berjumlah 2.415,782  jiwa dengan rincian sebagai berikut:

D. Topografi

Sebagian besar wilayah dataran Propinsi Sulawesi Utara terdiri dari pegunungan dan bukit-bukit diselingi oleh lembah yang membentuk dataran. Gunung- gunung terletak berantai dengan ketinggian di atas 1000 dari permukaan laut.

Gunung-gunung

Ada beberapa gunung yang terdapat di Provinsi Sulawesi Utara, baik berupa gunung api aktif maupun gunung mati.  Gunung-gunung tersebut ialah Gn Klabat di Minahasa Utara (1995 m); Gn Lokon (1579 m) dan Gn  Mahawu (1331 m)  di Tomohon; Gn Soputan (1789 m) di Minahasa; Gn Dua Saudara (1.351 m) di Bitung; Gn Awu (1.320 m) dan Gn Dalage (1.165 m) di Sangihe;  Gn  Karangetang (1.784 m) di Pulau Siau, Sitaro; Gn Ambang (1.689 m) di Bongkudai Utara, Bolmong Timur;  Gn  Gambuta (1.954 m) di Bolmong Utara; dan  Gn Batubalawan (1970) di Bolaang Mongondow.

Dataran rendah  dan Dataran Tinggi

Dataran rendah dan tinggi secara potensial mempunyai nilai ekonomi bagi daerah. Dibawah ini beberapa dataran yang terdapat di daerah ini antara lain: Tondano (2.850 ha), Langowan (2.381 ha), Modoinding (2.350 ha), Tompaso Baru (2.587 ha) di Kabupaten Minahasa, Tarun (265 ha) di Sangihe Talaud, Dumoga (21.100 ha), Ayong (2.700 ha), Sangkub (6.575 ha), Tungoi (8.020 ha), Poigar (2.440 ha), Molibagu (3.260 ha), Bintauna (6.300 ha) di Bolaang Mongondow.

Danau Dan Sungai

Danau-danau didaerah ini secara potensial mempunyai nilai ekonomi bagi pengembangan bidang-bidang kepariwisataan, pengairan, dan energi. Danau-danau tersebut adalah Danau Tondano luas 4.278 ha di Kabupaten Minahasa, Danau Moat seluas 617 ha di Kab. Bolaang Mongondow. Pada umumnya sungai sungai dimanfaatkan untuk berbagai keperluan antara lain untuk irigasi juga sebagai sumber tenaga listrik disamping dimanfaatkan sumber air minum. Sungai-sungai tersebut Sungai Tondano (40 km) Sungai Poigar (54,2 km); Sungai Ranoyapo (51,9 km); Sungai Talawaan (34,8 km), di Kabupaten Minahasa. Sungai besar lainnya terdapat di daerah Bolaang Mongondow yaitu Sungai Dumoga (87,2 km); Sungai Sangkup (53,6 km), Sungai Ongkaw (42,1 km), dan lainnya.

Tanjung dan Teluk 

Di sepanjang pantai Sulawesi Utara baik di pantai dataran utama maupun di pantai pulau-pulau, terdapat banyak tanah yang menjorok ke tengah laut (tanjung) dan perairan laut yang menjorok ke daratan (teluk).

Beberapa tanjung yang cukup ternama adalah Tanjung Atep, Tanjung Pulisan, Tanjung Salimburung, Tanjung Kelapa (diwilayah Kabupaten Minahasa); Tanjung Binta, Tanjung Dulang, Tanjung Flesko, dan Tanjung Tanango (di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow).

Sementara di Kabupaten Sangihe Talaud antara lain; Tanjung Binta, Tanjung Barurita, Tanjung Bulude, Tanjung Bunangkem, Tanjung Buwu dan Tanjung Esang. Teluk-Teluk yang cukup dikenal di wilayah ini antara lain; Teluk Amurang, Teluk Belang, Teluk Manado, Teluk Kema (Minahasa dan Manado); Teluk Tombolata, Teluk Taludaa dan Teluk Bolaang (Bolaang Mongondow), Teluk Manganitu, Teluk Peta, Teluk Miulu, Teluk Dago dan Teluk Ngalipeang (Sangihe Talaud). sebagai tempat perdagangan dan wisata.

Struktur Tanah

Latosol, seluas 531.000 ha tersebar di beberapa wilayah antara lain; Tagulandang, Tamako, Manganitu, Kendahe, Tabukan Utara, Esang, Pineleng, Tomohon, Tombariri, Airmadidi, Kakas, Eris, Kombi, Tareran, Passi Modayag, Pinolosian dan Bolaang. Aluvial seluas 75.000 ha tersebar di-beberapa wilayah antara lain; Tabukan Tengah, Lirung, Likupang, Wori, Tombasian, Tenga, Tompaso Baru, Belang, dan Tondano.

Regosol seluas 81.000 ha tersebar di beberapa wilayah antara lain; sekitar Gunung Klabat, Dua Sudara, Soputan serta Bitung Utara, Dimembe, Airmadidi, Langowan, Tombasian, Tombatu dan Tumpaan. Andosol seluas 15.000 ha, tersebar dibeberapa wilayah antara lain: di Tomohon, Kawangkoan, Tompaso, Langowan, dan Modoinding. Tanah Kompleks, selain dari struktur tanah yang disebutkan diatas, maka ada pula yang termasuk jenis tanah kompleks yang meliputi luas kurang lebih 76,5 % dari luas seluruh Propinsi Sulawesi Utara sehingga Sulawesi Utara merupakan wilayah yang subur untuk pertanian.

Pulau-Pulau

Sulawesi Utara merupakan salah satu dari 7 propinsi kepulauan dengan jumlah pulau 258 pulau, dimana 11 diantaranya berbatasan langsung dengan Negara tetangga Philipina dan laut Pasifik.

E. iklim dan Curah Hujan

Iklim daerah Sulawesi Utara termasuk tropis yang dipengaruhi oleh angin muzon. Pada bulan – bulan Nopember sampai dengan April bertiup angin Barat yang membawa hujan di pantai Utara, sedangkan dalam Bulan Mei sampai Oktober terjadi perubahan angin Selatan yang kering.

Curah hujan tidak merata dengan angka tahunan berkisar antara 2000-3000 mm, dan jumlah hari hujan antara 90-139 hari. Suhu udara berada pada setiap tingkat ketinggian makin ke atas makin sejuk seperti daerah kota Kota Tomohon, Langowan di Minahasa, Modoinding di Kabupaten Minahasa Selatan, Kota Kotamobagu, Modayag dan Pasi di Kabupaten Bolaang Mongondow. Daerah yang paling banyak menerima curah hujan adalah daerah Minahasa. Suhu udara rata-rata 25 derajat celsius. Suhu udara maksimum rata-rata tercatat 30 derajat celsius dan suhu udara minimum rata-rata 22,1 derajat celsius.

Kelembaban udara tercatat 73,4 %. Kendati demikian suhu atau tempratur dipengaruhi pula oleh ketinggian tempat di atas permukaan laut. Semakin tinggi letaknya, maka semakin rendah pula suhunya, dengan perhitungan setiap kenaikan 100 meter dapat menurunkan suhu sekitar 0,6 derajat celsius.

F. Flora dan Fauna

Pada umumnya varitas flora dan fauna di Sulawesi Utara sama dengan keadaan wilayah-wilayah lainnya di Indonesia, kecuali beberapa jenis hewan yang tidak terdapat di daerah lain seperti Babi Rusa, Burung Maleo, Burung Taong,Kera Mini (Tarsius Spectrum) di Cagar Alam Kota Bitung dan Ikan Purba Raja Laut (Coelacant) dilepas Pantai Manado. Daerah ini tidak terdapat binatang buas kecuali jenis ular dan buaya yang jumlahnya tidak banyak.

Wilayah perairan laut Sulawesi Utara terdapat beberapa jenis ikan, karang laut, plankton dan lumutan. Disamping itu mulai aktif dibudidayakan rumput laut dan kerang mutiara. Beberapa jenis ikan laut yang terkenal dan merupakan salah satu sumber devisa antara lain: ikan tuna, cakalang, ekor kuning, udang laut, dan lain-lainnya. Keadaan flora dapat dikatakan bahwa daratan Sulawesi Utara sebagian di dominasi oleh hutan. Kelebatan hutan rimba mulai dari ketinggian 300 meter dari permukaan laut sampai pada puncak-puncak gunung dengan berbagai jenis kayu yang berkualitas baik, antara lain eboni (kayu hitam) kayu besi, kayu linggua, kayu cempaka, kayu nantu, kayu gopasa, kayu meranti, terdapat juga rotan, dan berbagai jenis Dammar.  Disamping itu, banyak terdapat tanaman keras perkebunan antara lain kelapa, pala, dan cengkeh.

G. Suku Bangsa, Bahasa, dan Agama

Penduduk Sulawesi Utara terdiri dari 3 (tiga) kelompok etnis utama, yaitu:

  • Suku Minahasa;
  • Suku Sangihe dan Talaud;
  •  Suku Bolaang Mongondow.

Masing-masing kelompok etnis tersebut terbagi pula dalam sub etnis yang memiliki bahasa, tradisi, dan norma-norma kemasyarakatan yang khas serta diperkuat semangat Mapalus, Mapaluse dan Moposad.

Dengan demikian, bahasa yang ada di Sulawesi Utara dibagi ke dalam:

  • Bahasa Minahasa (Toulour, Tombulu, Tonsea, Tontemboan, Tonsawang,  Ponosakan dan Bantik).
  • Bahasa Sangihe Talaud (Sangie Besar, Siau, Talaud).
  • Bahasa Bolaang Mongondow (Mongondow, Bolaang, Bintauna, Kaidipang).

Namun demikian Bahasa Indonesia adalah Bahasa Nasional yang digunakan dan dimengerti dengan baik oleh sebagian besar penduduk Sulawesi Utara. Agama yang dianut oleh penduduk di Propinsi Sulawesi Utara adalah Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan Budha.***

Sumber:  http://disbudparsulut.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s