Daun Sirsak Redam Keganasan Kanker

“Secara medis kami angkat tangan.” tutur dokter ketika mengijinkan ibu pulang pada 24 Mei 2011 pasca opname selama seminggu di Rumah Sakit Wolter Monginsidi Teling, Manado. Pernyataan sang dokter terasa bagai petir menyambar di siang bolong. Sekejap persendian kami terasa lemas. Apalagi menurut sang dokter, sel kanker telah menjalar ke organ-organ lain di sekitarnya sehingga tidak bisa lagi ditangani secara medis. Namun, secercah harapan tiba-tiba muncul ketika dokter melanjutkan, “Sebagai manusia kami punya keterbatasan, tetapi dalam Tuhan tidak ada yang mustahil. Coba minumkan rebusan daun sirsak. Mudah-mudahan itu menjadi alternative yang dapat membantu,” tuturnya.

Semenjak terdiagnosa mengidap kanker serviks stadium 3A pada Desember 2009, ibu kami memang sudah sering masuk-keluar rumahsakit. Dan opname pada Mei 2011 itu merupakan perawatan rawat inap yang ke-sekian kali dilakukan ibu kami. Namun, tindakan medis yang dilakukan tak lebih dari sekedar perawatan biasa, dengan konsumsi obat-obat medis. Dengan pertimbangan usia yang telah mencapai 67 tahunketika itu, tindakan medis lain seperti operasi, kemoterapi, maupun penyinaran tidak lagi disarankan.

Selain perawatan medis, ibu juga menjalani pengobatan alternative dengan obat-obat herbal. Namun, di antara obat-obat herbal tersebut tidak ada satu pun yang dari bahan sirsak, baik daun, batang, ataupun dagingnya. Karena itu ketika dokter menyarankan untuk meminumkan rebusan daun sirsak, kami pun langsung merespon baik.

Setiba di rumah, PR pertama yang kami lakukan adalah mencari daun sirsak. Kebetulan di kavling kosong milik tetangga belakang rumah, tumbuh pohon sirsak. Karena itu Penulis tak sulit untuk mendapatkan daun sirsak, kapan saja Penulis mau.

Sebenarnya ketika Penulis masih anak-anak, di pekarangan belakang rumah kami ada pohon sirsak yang berbuah terus sepanjang tahun. Buahnya pun sampai berjatuhan ke tanah karena hampir tak ada yang mengkonsumsi, selain diminta oleh teman-teman sekolah semasa SD yang kebanyakan orangtuanya berprofesi sebagai tentara dan berasal dari tanah Jawa. Maklum, masyarakat Manado hampir tak suka makan sirsak. Mungkin karena setelah Penulis tamat SD tak ada lagi yang suka memanen buahnya, maka pohon itu pun kemudian ditebang. Penulis sendiri lupa sejak kapan pohon setinggi 6 meteran itu tidak lagi menghiasi pekarangan belakang rumah.

Daun sirsak dipilih yang tidak terlalu tua tapi juga tidak terlalu muda, lalu direbus sebanyak 10—15 lembar dengan 3 gelas air di atas api sedang. Setelah mendidih, rebusan tetap dibiarkan di atas api hingga tersisa 1 gelas. Setelah itu disaring untuk diambil air rebusannya. Air rebusan daun sirsak yang berwarna cokelat kemerahan mirip air teh dan nyaris tanpa rasa itu selanjutkan kami minumkan 2 gelas sehari, kapan saja ibu mau.

Efek terlihat sejak hari ke-2

Dosis dan cara konsumsi ini sebenarnya menyimpang dari yang disarankan dokter 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas di pagi hari, siang, dan malam setelah makan (karena ibu tak mau langsung menghabiskan satu gelas sekali minum). Meski begitu, hasilnya tetap terlihat baik. Di hari kedua sejak mengkonsumsi rebusan daun sirsak, kondisi ibu tampak ada perkembangan positif. Ibu yang semula hanya mau menghabiskan bubur 1—2 sendok makan saja setiap jam makan, perlahan-lahan makin bertambah porsi makannya. Mulai dari 3 sendok, 5 sendok, hingga mampu melahap satu piring makanan yang diberikan. Dalam satu minggu ibu sudah terlihat semakin segar. Cairan keputihan yang keluar semakin hari semakin berkurang. Begitu pula perut yang tadinya membesar, perlahan-lahan mengempis. Sayangnya, meski ada perkembangan membaik sejak mengkonsumsi rebusan daun sirsak, Tuhan ternyata berkehendak lain. Ibu dipanggil menghadap Sang Khalik sebulan kemudian. Kabarnya, semenjak kami kembali ke Jakarta di hari ke-11 pasca operasi, Ibu mulai menolak mengkonsumsi rebusan daun sirsak. Apalagi orang yang membantu merawat Ibu tidak telaten meminta Ibu untuk terus mengkonsumsi rebusan daun sirsak.

Walaupun rebusan daun sirsak tak mampu memperpanjang usia ibu lebih lama lagi, namun kami cukup puas. Karena kami menyaksikan sendiri, bagaimana rebusan daun sirsak sebagai alternatif terakhir yang kami coba ternyata mampu membuat Ibu semakin kuat dan ceria, walau hanya untuk beberapa saat saja. Ahhh… andai saja rebusan daun sirsak telah dikonsumsi lebih dini, mungkin Ibu dapat memperoleh kesembuhan yang sempurna. Namun, sudahlah…. Tuhan memang berkehendak lain. Kami sudah berusaha, namun Tuhan yang menentukan semuanya.

Selain Ibu, rebusan daun sirsak juga dikonsumsi tetangga dari seorang teman di daerah Dumoga, Bolaangmongondow. Menurut informasi teman, tetangganya mengidap kanker kelenjar. Sebelum mengkonsumsi rebusan daun sirsak, bagian leher tetangganya semakin membesar. Bahkan benjolan telah muncul di beberapa tempat akibat penyebaran sel kanker. Namun, sebulan setelah konsumsi, benjolan terus menghilang. Kondisi leher di bawah telinga tetangganya juga semakin mengempis. Dan yang terpenting, penderita tersebut juga telah dapat melakukan aktivitas sehari-harinya secara normal.

Mengandung acetogenins

Informasi tentang sirsak sebagai tanaman sebenarnya bukanlah hal baru bagi penulis. Sebab, pada tahun 2002, Penulis sudah pernah mengangkat tulisan tentang khasiat sirsak di Majalah Trubus. Tetapi ketika itu, tulisan hanya berfokus pada khasiat daging buah sirsak untuk penyembuhan asam urat. Tulisan tidak menyinggung soal khasiat sirsak, apalagi daunnya untuk menyembuhkan kanker.

Pun ketika mengikuti Pelatihan Tanaman Obat kelas Pengobat Herbal di Yayasan Pengembangan Tanaman Obat Karyasari pada 12-18 Maret 2007, khasiat tanaman ini sebagai obat kanker pun tidak dibahas. Padahal saat itu di antara peserta ada beberapa orang yang dikenal sangat konsen dengan dunia herbal dan fitofarmaka.  Di antaranya Prof. Sidik, ahli farmasi yang  memegang paten atas beberapa produk herbal.  Ada juga DR Susi Endrini, peneliti Universitas Yarsi Jakarta yang aktif menggali potensi tanaman sebagai obat antikanker.   Salah satu temuannya, obat kanker dari kejibeling, bahkan telah dipatenkan di Malaysia.  Ada pula Mr. Nasuha Kasian, warga Malaysia  pemilik  kebun rempah dan tanaman herbal seluas 1.500 ha di Johor, Malaysia dan diklaim sebagai kebun tanaman herbal terluas di Asia.  Belum lagi beberapa peserta lain yang memang telah menekuni bisnis tanaman herbal, baik sebagai produsen obat herbal maupun sebagai pengobat herbal.

Memang dapat dimaklumi karena saat itu hampir tak ada informasi sama sekali tentang efek antikanker dari sirsak, baik buah maupun daun. Khasiat daun sirsak sebagai obat kanker baru ramai dibicarakan di berbagai kalangan di tanah air sejak tahun 2009. . Berbagai media pun mulai mengangkat tulisan soal khasiat daun sirsak untuk penyembuhan kanker. Saat meminta bantuan Om Google mencarikan informasi soal daun sirsak dan kanker, sederet informasi pun langsung tampil di layar komputer.

Daun sirsak diketahui mengandung acetogenins, senyawa yang berperan dalam pengobatan kanker. Senyawa aktif ini memberikan perlawanan terhadap kanker antara lain dengan cara:

  • inaktivasi karsinogen, yaitu menonaktifkan senyawa penyebab kanker.
  • antiproliferasi, yaitu menghambat proses perbanyakan sel yang abnormal pada kanker. menghambat siklus pembelahan sel abnormal ( kanker ).
  • induksi apoptosis dan diferensiasi, yaitu merangsang proses bunuh diri pada sel kanker.
  • inhibisi angiogenesis, yaitu menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang bertugas dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Apabila sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, maka sel kanker akan melemah dan kemudian mati.

Para peneliti telah memverifikasi bahwa senyawa ini menampilkan sifat yang luar biasa sebagai antitumor dan selektif terhadap berbagai jenis sel kanker. Bahkan menurut Rieser MJ, Fang XP, dan McLaughlin, peneliti di AgrEvo Research Center, Carolina Utara, Amerika Serikat dalam The Journal of Natural Product, daun sirsak membunuh sel-sel kanker usus besar hingga 10.000 kali lebih kuat dibanding adriamycin dan kemoterapi. Tak heran jika efeknya terhadap penyembuhan kanker sudah dapat terlihat hanya dalam beberapa hari setelah konsumsi.

Dari berbagai riset yang telah dilakukan, tak salah jika para ahli menetapkan bahwa acetogenins adalah penghambat yang luar biasa dari proses enzim yang hanya ditemukan dalam membran sel tumor kanker. Daya racun mereka sangat tinggi bagi sel-sel kanker, yaitu pada dosis 1 ppm. Tetapi senyawa ini tidak memiliki toksisitas pada sel sehat.

Mulai diteliti sejak 1970

Kemampuan daun sirsak sebagai obat sebenarnya telah dipelajari secara ekstensif oleh Universitas Farmasi Purdue – Indiana, Amerika Serikat sejak tahun 1970. Ketika itu berbagai studi membuktikan bahwa buah dan daun sirsak memiliki kemampuan bawaan untuk melemahkan sel yang menyebabkan keseimbangan dalam siklus pertumbuhan sel. Namun seberapa efektifnya buah dan daun sirsak dalam menghentikan pola pembelahan sel kanker dalam tubuh perlu diteliti lebih lanjut. Oleh karena itu, penelitian kemudian berfokus pada zat baru yang disebut Acetogenins Annonaceous. Senyawa ini diproduksi di daun, kulit kayu, dan biji sirsak.

Acetogenins kabarnya bekerja dengan cara menghambat ATP (adenosina trifosfat, red). ATP sumber energi di dalam tubuh. Sel kanker membutuhkan banyak energi sehingga membutuhkan banyak ATP. Acetogenins masuk dan menempel di reseptor dinding sel dan merusak ATP di dinding mitokondria. Dampaknya produksi energi di dalam sel kanker pun berhenti dan akhirnya sel kanker mati. Hebatnya, acetogenins sangat selektif. Ia hanya menyerang sel kanker yang memiliki kelebihan ATP. Senyawa itu tak menyerang sel-sel lain yang normal dan sehat di dalam tubuh. Acetogenins mengganggu peredaran sel kanker dengan cara mengurangi jumlah ATP. Hal ini yang membuat senyawa dalam daun sirsak dianggap selektif dan hanya memilih sel kanker untuk diserang.

Cara kerja ini berbeda dengan sifat senyawa kimia dalam kemoterapi yang menganggap semua sel di dalam tubuh yang pertumbuhannya cepat adalah sel kanker. Karena itu semua sel yang pertumbuhan cepat dilumpuhkannya, termasuk sel rambut dan kuku. Itulah sebabnya pasien yang sedang menjalani kemoterapi akan mengalami kerontokan rambut dan kerusakan pada kuku.

Menurut Jerry L McLaughin, periset dari Universitas Purdue, daun sirsak terbukti secara ilmiah mengatasi kanker serviks, payudara, prostat, paru-paru, ginjal, pankreas, dan usus besar. Bersama Prof Soelaksono Sastrodihardjo PhD, seorang ahli biologi dari ITB, Jerry McLaughin yang memperoleh daun sirsak dari Garut, Jawa Barat ini membuktikan bahwa senyawa aktif acetogenins dalam daun sirsak (Annona muricata) efektif mengatasi kanker. Mereka melakukan uji praklinis dengan memanfaatkan beragam sel kanker seperti sel kanker paru-paru dan pankreas.

Di dalam negeri berbagai penelitian untuk menguak rahasia daun sirsak juga telah banyak dilakukan oleh para pakar dalam beberapa tahun terakhir. Di antaranya periset di Pusat Studi Biofarmaka IPB, Prof Dr Latifah K Darusman, yang meriset komponen kimia yang dominan pada daun sirsak. Sedangkan peneliti di Universitas Gadjah Mada, Prof Dr Sismindari, meriset khasiat biji dan daun srikaya yang kaya ribosome inactivating protein (RIP). RIP mampu merusak sintesis protein pada sel yang sedang tumbuh sehingga mati.

Mulai diresepkan

Bukan hanya untuk para pasien kanker saja daun sirsak dapat dikonsumsi. Sebab, bagi orang sehat, konsumsi daun sirsak ternyata dapat menambah kekebalan tubuh dan mencegah asam urat. Bagi pria, daun sirsak menambah jumlah dan memperkuat sperma. Daun sirsak juga untuk mampu mengatasi bronchitis, kejang, maupun peradangan seperti radang tenggorokan, usus, pencernaan, dan ambeien.

Karena keampuhan daun sirsak inilah kini banyak dokter dan herbalis di Indonesia meresepkan daun sirsak kepada para pasien. Ada yang meresepkan secara tunggal – hanya daun sirsak, tetapi ada pula yang meracik kombinasi daun sirsak dengan herbal lain seperti rimpang temuputih dan sambiloto. Mereka meresepkan daun sirsak antara lain untuk mengatasi beragam kanker

Lina Mardiana, herbalis di Yogyakarta adalah salah satu di antaranya. Herbalis yang pernah berduet dengan Penulis menerbitkan buku berjudul Ramuan Tradisional Untuk Kesuburan Suami Isteri ini beberapa tahun terakhir mulai memasukkan daun atau buah sirsak dalam resepnya. Terutama untuk mengeliminasi radikal bebas, mengeringkan sel kanker, menyembuhkan peradangan di dalam tubuh, dan terutama meningkatkan stamina pasien agar buh tidak lemah.

Pada umumnya para herbaalis tidak meramu atau meracik obat. Mereka hanya menyarankan pasien untuk menyiapkan sendiri sejak pencarian daun hingga merebus. Daun yang diambil disarankan tidak terlalu tua dan tidak juga terlalu muda. Dari pucuk, kira-kira daun di baris ke-4 hingga ke-6.

Meskipun ampuh melawan kanker dan penyakit-penyakit, namun konsumsi daun sirsak juga ternyata tidak boleh berlebihan. Itu karena daun sirsak juga mengandung alkaloid yang dapat mengganggu kesehatan tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Penelitian menunjukkan bahwa alkaloid terkait dengan sirsak itu dapat menyebabkan gangguan sistem saraf pusat jika tertelan dalam jumlah besar. Ini berarti bahwa sirsak membunuh sel-sel selain sel-sel kanker ketika dikonsumsi dalam jumlah yang terlalu besar. Efek samping lain, yaitu daun sirsak dapat menimbulkan rasa lemas, sehingga sering digunakan sebagai obat penenang.

Oleh karena itu, daun sirsak sebaiknya dikonsumsi secara teratur dan terkontrol dengan dosis sesuai anjuran. Dengan cara tersebut, efek samping daun sirsak dapat dieliminasi. Ibu hamil juga tidak disarankan untuk mengkonsumsinya.

Tentang sirsak

Masyarakat Indoensia sebenarnya cukup familiar dengan sirsak (Annona muricata). Dia dapat tumbuh di hampir semua tempat pada ketinggian hingga 1.000 mdpl. Sayangnya, meskipun rasanya yang asam manis menyegarkan, tak banyak orang yang suka mengkonsumsinya. Meskipun sebagian orang tahu jika daging buah sirsak mampu mengatasi asam urat, namun hanya sesekali saja orang mengkonsumsinya, baik bentuk segar maupun dibuat jus. Akibatnya, tanaman ini banyak yang tumbuh liar, atau dibiarkan hidup terlantar di pekarangan rumah.

Sirsak alias nangka belanda bukanlah tanaman asli Indonesia. Ia berasal dari wilayah Karibia, Amerika Latin dan didatangkan bibitnya ke Indonesia pada sekitar abad ke-19 oleh pemerintah kolonial Belanda. Nama sirsak yang disandangnya itu pun berasal dari bahasa Belanda, “zuurzak’, yang artinya ‘kantung asam’.

Sirsak berbentuk perdu atau pohon kecil, tingginya 3-10 m dengan tacuk bercabang hampir mulai dari pangkalnya. Daun berbentuk oblong (lonjong memanjang), berukuran (8-16) cm x (3-7) cm, ujungnya lancip pendek; tangkai daun panjangnya 3-7 mm. Bunga-bunganya teratur, 1-2 kuntum berada pada perbungaan yang pendek, berwarna kuning kehijauan; gagang bunga panjangnya sampai 2,5 cm; daun kelopaknya 3 helai, berbentuk segi tiga, tidak rontok, panjangnya sekitar 4 mm; daun mahkota 6 helai dalam 2 baris, 3 lembar daun mahkota terluar berbentuk bundar telur melebar, berukuran (3-5) cm x (2-4) cm; 3 lembar daun mahkota dalam berukuran (2-4) cm x (1,5-3,5) cm, pangkalnya bertaji pendek; benang sarinya banyak, tersusun atas barisan-barisan, menempel di torus yang terangkat, panjangnya 4-5 mm, tangkai sarinya berbulu lebat; bakal buahnya banyak, berbulu lebat sekali, kemudian gundul.

Buah sirsak termasuk buah semu, daging buah lunak atau lembek, berwarna putih, berserat, berbiji hitam pipih. Kulitnya berduri, tangkai buah menguning, aromanya harum, dan rasanya manis agak asam. Bentuk buah bulat telur melebar atau mendekati jorong, berukuran (10-20) cm x (15-35) cm, berwarna hijau tua dan tertutup oleh duri-duri lunak yang panjangnya sampai 6 mm, daging buahnya yang berwarna putih itu berdaging dan penuh dengan sari buah. Bijinya banyak, berbentuk bulat telur sungsang, berukuran 2 cm x 1 cm, berwarna coklat kehitaman, berkilap.

Buah sirsak yang normal dan sudah cukup tua / matang mempunyai berat ± 500 gr, warna kulit agak terang, hijau agak kekuningan dan mengkilap. Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, terutama glukosa dan fruktosa dengan kadar mencapai 81,9–93,6 persen dari kandungan gula total. Kandungan gizi lain pada buah sirsak di antaranya adalah vitamin C yang kadarnya cukup tinggi, yaitu sekitar 20 mg per 100 gram daging buah. Kandungan vitamin C yang cukup tinggi pada sirsak merupakan antioksidan yang sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan memperlambat proses penuaan.

Selain mengandung vitamin C, buah sirsak juga mengandung vitamin B1, dan vitamin B2 dalam jumlah cukup. Buah sirsak terdiri dari 67,5 persen daging buah, 20 persen kulit buah, 8,5 persen biji buah, dan 4 persen inti buah. Kandungan lemaknya sangat rendah, hanya 0,3 g/100 g, sehingga sangat baik untuk kesehatan. Rasa asam pada sirsak berasal dari asam organik non volatil, terutama asam malat, asam sitrat, dan asam isositrat.

Selain komponen gizi, buah sirsak juga sangat kaya akan komponen non gizi. Salah satu diantaranya adalah mengandung banyak serat pangan (dietary fiber), yaitu mencapai 3,3 g/ 100 g daging buah. Konsumsi 100 g daging buah dapat memenuhi 13 persen kebutuhan serat pangan sehari. Buah sirsak merupakan buah yang kaya akan senyawa fitokimia, sehingga dapat dipastikan bahwa buah tersebut sangat banyak manfaatnya bagi kesehatan. Senyawa fitokimia tersebut dipastikan memiliki khasiat bagi kesehatan, walaupun belum semuanya terbukti secara ilmiah. (Fendy RP /dari berbagai sumber)

One thought on “Daun Sirsak Redam Keganasan Kanker

  1. secara kebetulan googling tanaman herbal anti kanker langsung ketemu artikel ini. tiga minggu lalu papa saya yang berusia 64 thn mengeluh sakit akibat benjolan pd rahang bawah. check ke dokter umum disarankan ke dokter bedah trus dianjurkan ke lab patologi anatomi di malalayang dan hasil tes FNAB mendiagnosa (tumor submandibula dekstra) dgn kesimpulan (metastasis squamos sel carsinoma berkeratin). sederet pemeriksaan langsung dimulai dari periksa lab/rekam jantung/foto thorax. dan tiba saat operasi tekanan darahnya meningkat hingga 190 per-nya saya lupa. dua jam tekanan darah tdk stabil akhirnya biopsi gagal. dianjurkan ke dokter penyakit dalam utk therapi hipertensi dulu. sejak keluar rs kondisinya makin parah sampai saat ini. semoga ini bisa menjadi pilihan alternatif saya.
    thanks bro sudah berbagi… Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s