dr R Arie Umboh Raih Penghargaan International

PENGABDIAN dan dedikasi mendalam dalam dunia kedokteran sebagai dokter spesialis mata, menghantarkan Dr R Arie Umboh sebagai penerima penghargaan Asia Pasific Academy of Ophthomology (APAO) pada pelaksanaan Internasional The 27th Asia Pasific Academy Ophthomology Congres di Busan Korea Selatan pada 13-16 April 2012.

Putra Kawanua asal desa Tempok, Kecamatan Tompaso, Minahasa, ini menjadi satu-satunya dokter mata mewakili Indonesia karena dinilai berhasil dalam melaksanakan program pemberantasan kebutaan melalui operasi katarak di daerah Kalimantan Timur tempatnya bertugas. 

Bagi dokter umum klinik Korpri Kaltim yang pernah menjabat sebagai Kepala Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM), kesehatan mata menjadi sangat penting untuk menunjang produktivitas. “Penanggulangan katarak lewat operasi sangat dibutuhkan masyarakat. Mata menjadi organ yang sangat vital untuk aktifitas kehidupan. Itulah mengapa gerakan pemberantasan katarak sangat diperlukan,” ucapnya. 


Di sisi lain, dr Ary mengisahkan pengabdian dalam dunia kedokteran dirintisnya sejak tahun 1981 hingga 1989, di sebuah puskesmas di Minahasa. Pada 1989,  dirinya mendapat tawaran Departemen Kesehatan Republik Indonesia (RI) untuk ditempatkan di Kalimantan dan hingga kini tetap bertugas. “Terpenting masih mengabdi di Indonesia Timur. Saya pikir, dengan begitu saya bisa lebih bermanfaat untuk orang lain. Bisa menolong dan diperlukan orang,” tuturnya.

Ayah tercinta dari Dr Roy dan Dr Ane Umboh ini dengan rendah hati mengakui dirinya semula tak pernah bermimpi jadi dokter. “Jangankan dokter spesialis mata. Dokter umum saja tak kepikiran. Waktu itu, bisa sekolah saja sudah bersyukur,” tutur Arie lantas tertawa.

Maklum, ia terlahir dari keluarga biasa. Ayah dan ibunya seorang petani di Tompaso Minahasa. Ia mengaku terispirasi sang kakak, Dr Jootje M.L. Umboh yang lebih dulu lulus dan melanjutkan kuliah kedokteran.

Bahkan sang kakak menjadi Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Samratulangi (Unsrat) dua periode. Ari pun kepincut. Bekerja keraslah dia. Semangatnya meledak-ledak. Ia bilang, ia ingin seperti kakaknya kelak. “Dia mengajarkan saya banyak hal, dan selalu menasehati saya, bahwa tugas dokter itu mulia,” ulasnya.

Tak heran dengan prestasi yang diraihnya saat ini dirinya mengaku sangat bersyukur dan bangga. “Saya pribadi sangat bersyukur dan bangga bisa mewakili Indonesia termasuk Sulut, tanah kelahiran saya untuk menerima penghargaan tersebut,” ungkap suami tercinta dr Leonora Sondakh.***

link : http://www.manadopost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=111949

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s