Selama di Manado USNS Mercy Akan Buka Layanan Bedah Gratis

Kabar gembira bagi masyarakat Manado dan sekitarnya.  Kapal rumahsakit apung terbesar di dunia, USNS Mercy yang akan berlabuh di perairan Teluk Manado pada 31 Mei s/d  15 Juni 2012 dalam rangka program Pacific Partnership 2012 nanti juga akan memberikan pelayanan kesehatan gratis berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan kepada masyarakat.  Layanan pengobatan gratis selain pengobatan ringan, juga akan memberikan layanan bedah/operasi bagi masyarakat yang membutuhkan.  Layanan bedah gratis  ini berupa tindakan bedah/operasi untuk penderita  hernia, usus buntu, benjolan seperti gondok atau tumor, katarak, bibir sumbing, dan bedah lainnya.

Untuk mendapatkan pelayanan bedah gratis di atas kapal USNS Mercy tidak perlu syarat macam-macam.  Pasien cukup mendaftarkan diri di Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Jl. 17 Agustus Manado, tepatnya di depan Kantor Imigrasi Manado.  Pendaftaran pasien untuk layanan bedah gratis ini sudah dibuka sejak 8 Mei kemarin dan akan ditutup pada 16 Mei mendatang.  Sedangkan screening atau pemeriksaan awal akan dilakukan tanggal 17 s/d 30 Mei 2012 di RS Prof Dr RD Kandouw Manado.   Biaya screening dapat menggunakan fasilitas Jamkesmas, Jamkesda, atau Askes PNS sehingga pasien pemegang kartu Jamkesmas, Jamkesda, atau Askes PNS tidak dipungut biaya.   Untuk informasi selanjutnya dapat menghubungi Puskesmas terdekat, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, atau Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.

Kapal USNS Mercy adalah kapal rumah sakit apung milik Angkatan Laut Amerika (United State Navy Ship, USNS).  Kapal ini merupakan  rumahsakit apung terbesar di dunia.  Memiliki panjang  273 meter, luas 894 kaki, dan tinggi 9 lantai.   Semua dinding bagian luar kapal berwarna putih, dengan beberapa logo palang merah berukuran mencolok sehingga kapal ini dapat dikenali dari jarak beberapa kilometer.   Sebelum menjadi rumahsakit terapung sejak tahun 1986, kapal ini sejatinya adalah sebuah kapal super tanker swasta bernama SS Worth yang dibangun tahun 1976.

Dalam status operasi penuh, kapal ini mampu membawa 61 personil marinir sipil Angkatan Laut dan 1.214 personil militer. Kapal dengan bobot  69.360 ton itu juga mampu menampung 1000 orang pasien.  Rumah sakit apung itu dilengkapi dengan berbagai fasilitas setara rumahsakit kelas satu di daratan.  Di antaranya ruang administrasi medis, ruang pendataan pasien (casualty reception), radiologi, Computed Axial Tomograph Scan (CAT Scan, atau lebih dikenal dengan sebutan CT Scan), ruang perawatan, ruang perawatan intensif (ICU), dan ruang bedah.

Selain itu, kapal yang berpangkalan di pelabuhan San Diego, California  itu  juga memiliki empat unit ruang sinar laser (X-Ray), ruang cardio-thoracic antigiography, klinik kesehatan gigi, klinik kesehatan hewan, laboratorium pemeriksaan mata, ruang terapi fisik, pusat perawatan untuk korban luka bakar, ruang obat-obatan serta menyimpan 5.000 kantong darah dan mampu menghasilkan oksigen dan nitrogen.

Di setiap tempat yang disinggahi, USNS Mercy biasanya hanya lego jangkar di lepas pantai karena di kota tempat dia berlabuh biasanya tidak tersedia fasilitas dermaga yang memadai untuk sebuah kapal berukuran raksasa seperti USNS Mercy.  Sehingga untuk mobilitas para dokter, perawat, dan pasien bolak-balik dari kapal ke daratan, Mercy mengoperasikan juga 2 perahu  sepanjang 11 meteran, 12—16 jam sehari.

Dalam  sejarahnya, Mercy pernah terlibat dalam misi kemanusian pada perang teluk di Timur Tengah pada 1991.  Di Asia Tenggara ia pun pernah terlibat dalam misi kemanusiaan pasca bencana tsunami Desember 2004.  Ketika itu Mercy dikerahkan untuk membantu para korban tsunami di Asia Tenggara selama lima bulan.  Misi ini kemudian diperluas untuk membantu para korban gempa bumi dan korban bencana letusan Gunung Merapi di kawasan itu.

Dalam tugas kemanusiaan itu, kapal tersebut juga membantu sejumlah kawasan Indonesia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Sejak misi itu berjalan, Mercy telah merawat lebih dari 107.000 pasien, melakukan 466 kali pembedahan, mendistribusikan 11.555 pasang kaca mata dan melakukan lebih dari 6.900 kali pengobatan gigi di Indonesia.  Untuk misi kemanusiaan tersebut pemerintah AS menghabiskan anggaran 22-23 juta dolar untuk biaya operasional rumahsakit apung tersebut.  (FP/Admin)

======================================================

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s