Sejarah Lagu Auld Lang Syne


Siapa tak kenal lagu Auld Lang Syne?  Setiap orang mulai dari TK hingga orang dewasa pasti mengenal lagu ini, setidak-tidaknya pernah mendengarkannya.   Lagu tradisional dari daratan Skotlandia ini adalah lagu yang sangat populer di berbagai belahan dunia.  Lagu ini menjadi lagu wajib pada detik-detik menjelang pergantian tahun, dari tahun yang lama ke tahun yang baru.  Tidak hanya itu, dalam berbagai acara-acara perpisahan, baik dalam suasana resmi maupun tidak resmi, lagu ini pun sering didendangkan.  Ya, meskipun tidak banyak yang paham arti harafiah lagu itu, namun alunan nadanya yang syahdu pasti akan ‘memaksa’ setiap orang untuk mengingat kembali berbagai kenangan jauh ke belakang tentang saat-saat berkesan dalam hidupnya.

Memang hampir setiap orang mengakui bahwa syair lagu ini agak sulit dipahami maknanya.  Bahkan di Skotlandia sendiri pun tidak ada yang tahu persis bunyi syair asli lagu ini.  Sehingga hampir-hampir tidak ada yang dapat menyanyikannya bersama-sama dengan benar.  Itulah sebabnya syair lagu ini pada akhirnya memiliki banyak versi syairnya, dan setiap orang akan memiliki versinya masing-masing.

Syair lagu ini konon sudah ada sejak abad ke-15, namun tidak diketahui siapa penulisnya.   Hanya saja seorang penyair asal Ayrshire, Skotlandia bernama Robert Burns kemudian menambahkan beberapa perbaikan pada syair lagu tersebut.   Syair lagu itulah yang ditemukan dalam dalam surat Burns kepada seorang temannya bernama Mrs. Dunlop.

Dalam surat bertanggal 17 Desember 1788 itu Burns menyertakan gubahan lagu Auld Lang Syne dan menyertainya dengan kata-kata sentimentil : “There is an old song and tune which has often thrilled through my soul”.   Mungkin karena itulah sehingga penyair yang lahir pada 25 Januari 1759 dan meninggal tahun 1796 itu kemudian dianggap sebagai penggubah pertama lagu Auld Lang Syne.   Sementara melodi lagu ini diadaptasi dari sebuah lagu tradisional Skotlandia yang sudah sangat tua.

Meskipun Burns dikenal sebagai pencipta lagu itu, namun dia bukanlah orang yang menjadikan lagu Auld Lang Syne sangat populer.  Orang yang berjasa mempopulerkan lagu ini sebagai lagu wajib malam tahun baru adalah Guy Lombardo, seorang pemimpin band musik bernama Guy Lombardo ad His Royal Canadians.  Ketika tampil di pesta malam tahun baru di  Roosevelt Hotel, New York pada tahun 1929, Lombardo dan grup musiknya menyanyikan lagu itu dan mendapat sambutan hangat dari para tamu karena irama musiknya yang syahdu, sesuai dengan suasana hati menjelang perpisahan tahun.  Sejak itulah lagu yang pertama kali dikenal Lombardo dari para imigran Skotlandia yang bermukim di daerah asalnya Ontario, London ini menjadi tradisi di setiap malam tahun baru.

Secara tradisional masyarakat dari daratan Skotlandia dan Inggris Utara, bahkan negara-negara berbahasa Inggeris lainnya seperti Irlandia, Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, dan Kanada sering menyanyikan lagu ini pada tengah malam menjelang tahun baru.   Biasanya  disertai dengan sebuah gerakan dansa tradisional.  Kelompok yang menyanyikannya membentuk sebuah lingkaran sambil berpegangan tangan pada bait pertamanya. Pada bait kedua, tangan-tangan disilangkan dan kemudian dirangkaian kembali. Pada bait ketiga, setiap orang berpindah ke tengah lingkaran dan kemudian keluar lagi.

Selain pada malam tahun baru, di Inggeris lagu ini sering pula  dimainkan pada penutupan Kongres Serikat Buruh (Trade Union Congress). Lagu ini juga dinyanyikan di banyak Burns Club setiap berakhirnya acara makan malam Burns.  Di Taiwan lagu Auld Lang Syne dinyanyikan di acara wisuda atau pemakaman sebagai ucapan selamat tinggal.  Di Jepang banyak toko memainkan lagu ini untuk mengantarkan pelanggan keluar dari toko pada menjelang toko tutup.

Syair lagu ini menyiratkan tentang suasana hati ketika akan berpisah dengan seorang sahabat.  Auld lang syne (dibaca: old lang sain) adalah kata dalam bahasa Skotlandia, dan diterjemahkan secara bebas dalam bahasa Inggeris sebagai old long since atau old long ago yang berarti  sejak dahulu  kala atau sejak lama sekali.  Ada pula yang menerjemahkan sebagai hari-hari yang telah lama berlalu.  Lagu ini mempertanyakan apakah teman lama dan masa lalu akan dilupakan dan tidak akan pernah diingat lagi atau tidak.  Di dalam lagu ini juga disebutkan janji untuk mengingat sahabat dan masa lalu dengan ketulusan “For auld lang syne, we’ll take a cup o’ kindness yet.”

Semoga  di malam menyambut Tahun Baru 2013,  lagu Auld Lang Syne pula yang akan menemani Anda…. saat melakukan introspeksi diri, merenung kembali semua yang pernah terjadi di sepanjang tahun 2012 sebagai bekal dalam memasuki Tahun 2013 yang penuh misteri.    SELAMAT TAHUN BARU 2013.*** (Fendy/dari berbagai sumber)

Should auld acquaintance be forgot
And never brought to mind?
Should auld acquaintance be forgot
And auld lang syne!

For auld lang syne, my dear
For auld lang syne
We’ll take a cup o’ kindness yet
For auld lang syne

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s